Mengenal Apa Itu TPB dan Kuliah di ITB

Facebook
Twitter
LinkedIn

Daftar Isi


Apa itu TPB di ITB – Aku yang kini resmi diterima jadi mahasiswa baru
(MaBa) ITB akan memulai dunia barunya dikampus Ganesha, Bandung. Di ITB, tahun
pertama diberi nama Tahap Persiapan Bersama a.k.a TPB. Kata katingku
kepanjangan dari Tahap Paling Bahagia, karena kuliahnya masih santuy dan ngga
susah-susah amat.

Dengan persentase Drop Out 90% dari total kasus yang
ada di ITB (bukan 90% nya keluar ya!), tahun pertama jadi ajang pembuktian
apakah kamu emang layak menyadang status Putra Ganesha untuk tahun berikutnya
atau terbuang memilih kampus lain. Gila baru mulai aja rasanya udah tegang
gini, kuliah.

Mungkin kamu tertarik: Rasanya satu semester pertama diTPB ITB

Tahap Persiapan Bersama   

Udah sejak lama ITB menerapkan sistem TPB ini,
dimana tahun pertama mahasiswa memulai perkuliahan mereka belum memiliki
jurusan dan hanya dengan identitas fakultas masing-masing. Jadi jangan bingung
klo ada maba ITB ditanya jurusan mereka bilang nya “masih TPB.”

Tujuan dari sistem ini katanya sih untuk
penyetaraan kemampuan dari input mahasiswa ITB nya. Secara kita kan berasal
dari seluruh negeri dengan tingkat akses pendidikan yang tidak merata. So,
dibuatlah tahun pertama untuk memberikan penyataraan dan dasar-dasar ilmu
teknik yang dibutuhkan saat masuk jurusan tingkat dua nanti.

But, Honestly aku dan kebayakan temenku bilang itu
alibi doank si, karena bagaimana pun yang udah imba* tetep imba dan makin
pinter. Sedangkan yang tertatih semakin tertinggal dan akhirnya hilang. Kita
bisa temukan mereka lagi di semester pendek! (summer school). Ada juga
dosen yang bilang TPB ini dibuat biar dosen ilmu murni non teknik itu ngga
gabut, sehingga mereka bisa produktif mengajar tiap tahunnya.
 

Tapi ya mari kita jalani saja.


Mata Kuliah TPB

Secara mata kuliah, TPB ini emang banyak miripnya
sama SMA. Makanya sering dibilang kelas 13. Disini kita masih belajar kalkulus,
fisika dasar, dan kimia dasar. Dengan beberapa ilmu lain yang penting seperti
tata tulis karya ilmiah, pengenalan komputasi, dan ilmu pengantar pada fakultas
masing-masing. Laboratorium yang digunakan juga masih lab mata kuliah dasar
yang ilmu praktikumnya pernah kita dapet di SMA.

Tapi juga, kenyataan ngga seserhana itu ternyata.
Aku belajar banyak pembuktian dan dasar kenapa muncul rumus yang biasa kita
pake di SMA, sampe pengembangan ke masalah yang lebih kompleksnya. Itu semua
dipelajari selama dua semester kuliah aja sekitar 30 minggu! Apalah daya aaku
yang SMA Cuma haha hihi doank _T

Itulah kenapa aku bilang yang udah imba juara dapet
emas, perak segala macem bakal makin pinter, yang pas” an kek aku makin
tertinggal dan hilang kalo ngga kuat. Tapi matkul di TPB ini sabi banget buat
mastiin bahwa aku emg passion sama dunia teknik dan bisa survive dengan baik di
ITB ini, haha.


Mata Kuliah Olahraga

ITB jadi satu-satunya kampus yang masih mewajibkan
mata kuliah olahraga bagi semua mahasiswanya. Matkul ini ada dimasa TPB dan
harus lulus, matkul yang jadi selingan setelah otakku pusing dan panas ngerjain
tugas dan badan yang ngga banyak gerak. Kegiatan matkul ini bakal selalu
diadain di kompleks SABUGA ITB. Kerennya aku dikasi setelan olahraga plus jaket
yang bagus untuk sebuah gratisan cuy, haha.  

Tujuan utamanya bikin badanku bugar, dengan target
kuliah kamu harus bisa lari 2,4km setara enam keliling lapangan bola standar
internasional dalam waktu sekitar 12 menit aja buat cowo. Jujur itu susah si
klo badanmu bukan terlatih atlet dari awal. Makanya dimatkul ini aku dikasi
tugas buat lari seminggu 2x diluar jam kuliah olahraga. Keren dah.


Kenal satu Angkatan
Fakultas
  

Hal yang bikin beda ITB dengan kampus lain adalah
TPBnya, karena masih belum penjurusan aku bisa dapet kelas sampai isi 70 lebih.
Menariknya lagi karena masih satu tahun bareng-bareng, aku bisa kenal sama
semua temen angkatan fakultas dan bikin banyak circle. Pastinya ini ngga ada
dikampus lain karena udah pada lansung ketemu sama himpunan masing-masing.

Sisi baiknya, aku bisa mulai menilai diri ku ini
cocok dan senang dilingkungan seperti apa dan siapa aja yang bisa deket dan
cocok sama pribadiku. Hal ini penting karena kedepan aku bakal lebih bisa enjoy
tanpa pura-pura dalam temen main dan belajarku sekaligus mengenal diri sendiri
dengan baik.


Harus Lulus Semua Matkul

Satu hal terakhir terpenting adalah aku kudu lulus
semua matkul bagaimanapun caranya. Karena di TPB ini semua matkul yang diajarin
masih dasar-dasar untuk belajar dunia teknik dijurusan nantinya. Minimal aku
harus dapet IP TPB 2.0 buat dinyatakan lulus dari TPB ini, tanpa ada matkul
yang ber-indeks E.

Kalau misal belum tercapai atau ada yang masih E,
kita bakal dikasi kesempatan semester pendek untuk mengambil mata kuliah yang
akan diulang. Apabila masih jelek terpaksanya bakal TPB lagi taun depan. Kalau
taun depan masih belum lulus TPB? Nah itu dia, kamu terpaksanya akan di drop
out
dari ITB.

Tapi jarang ada kasus drop out murni seperti itu.
Biasanya yang terkait akan memilih mundur atau tetap lulus TPB hanya saja ada
matkul yang belum lulus (masih indeks D atau E).

Oke, jadi itu sekian singkatnya tentang apa itu TPB
di ITB secara umum dan fakta menarik didalamnya. Semoga bisa jadi referensi dan
bikin pola pandang temen-temen semua. Terimakasih banyak dah mau baca catatan
ini.

 Baca Lengkap: Pelajaran penting selama TPB

*imba: imbalance, artinya tidak seimbang, mahasiswa
yang punya kemampuan jauh diatas kemampuan mahasiswa pada umumnya.

Rate this article
5/5

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *